Aktivis Papua Barat melakukan protes di luar pertemuan pemegang saham Rio Tinto, pemilik sebagain saham PT Freeport Indonesia. Foto: Amy Scaife

Aktivis Papua Barat melakukan protes di luar pertemuan pemegang saham Rio Tinto, pemilik sebagain saham PT Freeport Indonesia. Foto: Amy Scaife

Datang lagi waktunya, saat perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham Inggris menyelenggarakan pertemuan pemegang saham (RUPS), memuji prestasi mereka, dan mencoba menjelaskan masalah-masalah yang mereka alami selama setahun lalu. Pekan lalu, dua perusahaan tambang terbesar dunia baru menyelenggarakan RUPS. Hampir bersamaan, perusahaan lain bersiap menjadi raksasa industri mineral.

Rio Tinto,  konglomerat  pertambangan global nomer dua, menghadapi barisan pengkritik yang kompak di pertemuan pemegang saham,  18 April lalu. Tak hanya  kritik tentang utang yang sangat besar, dan proyek naas di Mozambik. Mereka juga yang sengaja datang dari negaranya untuk mengangkat operasi buruk perusahaan di Mongolia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. Mereka diberi sedikit perhatian, bahkan untuk tambang berlian yang sangat kontroversial  di India, Rio Tinto bahkan tidak memunculkannya

Sehari kemudian, dewan perusahaan tamabng Anglo America diperhadapkan dengan “nyanyian para pembangkang” dari Kolombia, Amerika Serikat dan Afrika Selatan, yang akhirnya dihentikan  oleh perkataan manis dan kehampaan.

Namun, ada penghiburan penting ketika pengadilan India diberi hak untuk memutus apakah Vedanta Resources bisa merampok Bukit suci Nyamgiri Hills milik masyarakat adat di Orrisa India. Dan, meski Glencore sekarang dalam proses mengambil alih perusahaan Xstrata plc,  mereka mengatakan tidak akan melanjutkan proyeknya di kawasan lindung (Greenfield).

Berita lainnya minggu ini.

Seorang pengacara hak asasi manusia India menelanjangi perang yang dilakukan pemerintah India terhadap  masyarakat adat

Pan American Silver menawarkan cawan tercemar kepada  Paus

Demonstran menyerang sebuah Forum Perusahaan Emas di Swiss

Pengacara Burma mengutuk keputusan pemerintah  terhadap protes tambang tembaga Letpadaung

Sumber : NEWMAC edisi 22 April 2013, www.mineandcommunities.org

Diterjemahkan bebas oleh Mai Jebing, anggota editor  www.mineandcommunities.org