Longsor di tambang Bingham Canyon tambang milik Rio Tinto. Sumber: Deseret News

Longsor di tambang Bingham Canyon tambang milik Rio Tinto. Sumber: Deseret News

Konglomerat pertambangan terbesar kedua dunia, Rio Tinto berhadapan dengan para pemegang sahamnya di London Kamis ini.

Menghadapi kritik mengenai operasi tambang tembaganya di Utah  AS, dan “bermain” berlian di India, serta proyek-proyek di Mongolia dan  tempat lainnya.  Rio Tinto tidak mendapatkan jalan mudah. Apa lagi, mereka juga dituduh mencoba melemahkan  peraturan penting  tentang transparansi di Eropa.

Kewajiban  penuh terhadap Kebocoran

Dua penambang asal Inggris lainnya juga terlibat perkara pengadilan, diantaranya Vedanta yang membuang racun dari peleburan tembaganya  di India bulan lalu. Belum lagi, tambang Talvivaara yang  bersalah karena  memungkinkan bocornya limbah cair dari tambangnya di  Finlandia.

 

Berita lainnya minggu ini

Barrick Gold dipaksa menghentikan operasi tambangnya di Pascua Lama.

Konfrontasi kekerasan meningkat di sekitar proyek Halkidiki milik Eldorado di Yunani

Presiden Ekuador menolak mendengarkan warganya

Masyarakat sipil Philipine melakukan protes untuk mengusulkan perubahan hukum pertambangan

Terakhir,  apa saja yang diangkat menteri urusan masyarakat adat India baru-baru ini?

 

Sumber NEWMAC edisi 15 April 2013, www.mineandcommunities.org

Diterjemahkan bebas oleh Mai Jebing, anggota editor  www.mineandcommunities.org