Para pemrotes batubara para pertemuan KTT Perubahan Iklim 2011  di Durban, Afrika Selatan.

Para pengunjuk rasa batubara para pertemuan KTT Perubahan Iklim 2011 di Durban, Afrika Selatan.

Hanya sedikit orang  meragukan kontribusi unik berbahaya dari pembakaran batubara terhadap  emisi gas rumah kaca (GRK). Tapi, dari Eropa hingga ke Cina dan New York, tampaknya ada sejumlah “solusi” yang serupa untuk masalah emisi GRK karena banyak pemain di panggung politik. Namun, pertambangan batubara terus berlanjut, bersama konflik yang terkait di lapang, baru-baru ini di Mozambik. Sementara itu, suku bangsa Navajo menghadapi bahaya baru dari ekstraksi uranium yang diusulkan pada lahan mereka yang telah hancur.

Berita lainnya minggu ini

Dua pembunuhan berikutnya dilaporkan dari sekitar tambang Barrick North Mara di Tanzania

Ancaman dari “protes telanjang” berhasil menghentikan sementara India proyek POSCO

Serikat buruh tambang baru Afrika Selatan sedang naik daun.

Kebingungan lebih lanjut atas keminatan China di Kamboja

Presiden Bougainville memperluas hukum mineral baru di pulau itu

pertanyaan yang belum terjawab

Mengapa perusahaan tambang emas terbesar di dunia sekarang menyebut mereka sedang miskin, saat mereka menambang?

Apa yang mau diangkat Perdana Menteri Inggris, melindungi penjahat perang Afrika?

 

Sumber NEWMAC edisi 11 Maret 2013, www.mineandcommunities.org

Diterjemahkan bebas oleh Mai Jebing, anggota editor  www.mineandcommunities.org