Perintah pemberitahuan Sheriff untuk demonstrasi dilemparkan ke dalam pepohonan, 17 Februari 2013. Foto: APTN

Perintah pemberitahuan Sheriff untuk demonstrasi dilempar ke dalam pepohonan,
17 Februari 2013. Foto: APTN

Maraknya blokade jalan untuk menghalangi kegiatan pertambangan, terus berkembang menjadi aksi komunitas seluruh dunia.

Dalam dua minggu terakhir, Gerakan Masyarakat asli Kanada telah menutup jalan menuju tambang Anglo-Beers De. Mereka menuntut kompensasi atas hilangnya wilayah “garis perangkap” (traplines). Penambang rakyat di Nikaragua menghambat operasi tambang emas B2, mereka memprotes  hilangnya mata pencaharian mereka.

Sementara itu, blokade serupa di Meksiko bahkan sudah berlangsung dua bulan sejak masyarakat mengklaim tambang perak Fortuna karena biayanya di atas atas hak-hak sipil mereka.

Meski bukti-bukti tak terbantahkan  menunjukkan sebagian besar keragaman hayati di sepanjang pantai Atlantik Brasil berada dalam resiko, dua pertambangan biji besi sepertinya menerima persetujuan pemerintah atas rencana mereka. Presiden Burma menolak penyelidikan independen atas kekerasan mengerikan terhadap penentang proyek tambang tembaga Letpadaung, sementara laporan resmi – yang diketuai Aung San Suu Kyi justru ditunda untuk kedua kalinya.

Berita lainnya minggu ini

Satu bencana tambang  diikuti bencana lainnya di Phlipina

Sudan dan Arab Saudi terancam menjarah dasar lautnya

Organisasi Masyarakat Sipil mendesak Bank Dunia menolak rencana pertambangan yang cacat milik Rio Tinto di Mongolia

Sebuah proyek bijih- baja di Kamboja bisa menjadi kesalahan multi-miliar dolar

Paling akhir – sepotong berita baik: Sebuah kelompok Aborigin memenangkan kasus terhadap perusahaan bijih  besi terbesar ketiga di Australia.

sumber : http://www.mineandcommunities.org

diterjemahkan bebas oleh Mai Jebing