Pengunjuk rasa di luar Konferensi Pertambangan Indaba 2013 di Cape Twon - Afrika Selatan. Foto: Trevor Samson, Hari Bisnis.

Pengunjuk rasa di luar Konferensi Pertambangan Indaba 2013 di Cape Twon – Afrika Selatan. Foto: Trevor Samson, Hari Bisnis.

Afrika Selatan baru saja menjadi tuan rumah Konferensi Pertambangan Indaba Afrika. Masyarakat sipil menanggapinya dengan  mengusulkan Pertambangan Indaba Alternatif 2013. Delegasi pada forum alternatif ini mengkritik negara yang bergantung pertambangan di Afrika. Meraka juga menghasilkan sebuah Deklarasi yang menyerukan persatuan lebih kuat di kalangan aktivis masyarakat dan negosiasi yang jujur dengan masyarakat terkena dampak pertambangan.

Mereka di Afrika Selatan menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan perhatian terhadap tingkatan pendapatan dari pertambangan. Sementara pesan melalui negara, disampaikan Pemerintah Zambia dan Niger  yang menyerukan kesepakatan keuangan yang lebih baik dari perusahaan multinasional pertambangan. Sedangkan di Zimbabwe, tumbuh perhatian terhadap kekayaan dari berlian yang  justru ditangkap “predator elit”. Emas muncul sebagai akar sejumlah konflik di Afrika – dari Mali hingga Darfur.

Berita lain minggu ini:

Direktur perusahaan tambang asal Inggris dihalangi berkunjung ke tambang barunya di Bangladesh.

Pemilik tradisional lahan  di Australia akhirnya berhasil melindungi tanahnya dari pertambangan uranium

Negara bagian India telah merekomendasikan pengambilan lahan  untuk memberi jalan bagi  pabrik baja  baru milik POSCO.

Terakhir, China menderita polusi dari pembakaran batubara, pertanyaannya BIsakah ia mengatasi kecanduannya terhadap benda hitam itu.

sumber : http://www.minesandcommunities.org/

edisi 11 februari 2013

terjemah bebas : Mai Jebing