24 Jan 2013, protes melawan Undang-undang baru Pertambangan dan Hidrokarbon. Sumber: Greg McCain, MKGC

24 Jan 2013, protes melawan Undang-undang baru Pertambangan dan Hidrokarbon. Sumber: Greg McCain, MKGC

Baru-baru ini, ada dua langkah mundur berkaitan Undang-undang pertambangan. Di Honduras, hukum nasional yang baru berencana membatalkan moratorium pada konsesi tambang baru yang  berlaku sejak 2006. Saat yang sama di Wisconsin, Undang-undang baru pertambangan bijih besi mengancam keselamatan lingkungan di sana.

Menteri-menteri di India yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat adat melawan setiap pelemahan hak  atas hutan adat. Sisi positif lainnya, Pemerintah Federal Amerika Serikat telah menerbitkan mandat melakukan “clean up” membersihkan kontaminasi uranium di tanah indian Navajo. Juga, PBB telah menyetujui sebuah perjanjian internasional baru untuk mengontrol Merkuri, meski beberapa bagiannya mendapat kritik. Ada juga, dua perusahaan (Vale dan Pan American Silver) telah menghentikan proyek-proyeknya di Argentina dengan alasan yang mereka sebut sebagai masalah campur tangan pemerintah.

Kekerasan Pertambangan

Di Peru, seperti yang diperkirakan minggu lalu, protes berdarah terjadi di tambang tembaga Candente.

Bertambahnya kematian berkaitan dengan tambang Grasberg Freeport/ Rio Tinto di Papua

Di Oaxaca, Meksiko, sejumlah aktivis anti-tambang bertemu untuk berbagi pengalaman, fokus pada pembunuhan aktivis Oaxacan yang menentang  tambang Perak Fortuna pada 2012.

Dan akhirnya, kita tutup dengan laporan Greenpeace yang mengutuk promosi pemerintah untuk perluasan batubara, dan dampaknya terhadap perubahan iklim.

sumber : http://www.minesandcommunities.org/

terjemah bebas : Mai Jebing